Jumat, 04 November 2011 /

wrap-img

komentar (0) / Read More

Minggu, 30 Oktober 2011 /

LOGO PHP

komentar (0) / Read More

Kamis, 27 Oktober 2011 /

cinta 100 % indonesia

komentar (0) / Read More

Senin, 11 Oktober 2010 / Label: ,

Belajar BUKANLAH Menghafal dan Menghafal BUKANLAH Belajar

Kemaren dapat inspirasi dari siaran radio, seorang praktisi pendidik mengatakan bahwa Belajar BUKANLAH Menghafal , dan Menghafal BUKANLAH Belajar .Belajar harus dimulai dari ketertarikan dan keingintahuan. Tanpa ketertarikan maka janganlah anda belajar. Bahan bakar belajar adalah ketertarikan, dorongan untuk membesarkan api adalah kompetisi dan hasilnya adalah masakan yang lezat berupa kepandaian.
Pada suatu ketika ada orang yang bertanya pada Albert Einstein, "Hei Einstein, berapakah kecepatan cahaya itu ?". Kemudian dijawab oleh Einstein, "Maaf, silakan anda lihat saja di buku saya, saya tidak hafal. Saya lebih suka menggunakan otak saya untuk berfikir daripada menghafal seperti itu."
Tapi sayangnya, kurikulum pendidikan di Indonesia lebih banyak menggunakan metode menghafal daripada membuat para siswa berfikir. Contohnya ketika kita menghadapi ujian, semalam suntuk kita menghafal materi yang akan diujikan agar dapat mengerjakan ujian dengan lancar. Setelah ujian selesai, maka semua materi yang kita hafal tersebut sudah hilang dari ingatan !
Namun ketika kita berfikir, maka buah pemikiran kita tersebut pasti akan melekat di otak kita, kalaupun kita tidak ingat hasilnya, tapi kita masih bisa berfikir lagi untuk mencetuskannya kembali.
Kita tidak akan pernah bisa menciptakan teori-teori baru, jika dengan cara menghafal teori-teori yang telah ada.
Semoga kita dapat merubah mainset anak-anak kita tentang metode belajar yang benar.
Bahwa Belajar BUKANLAH Menghafal dan Menghafal BUKANLAH Belajar .

komentar (2) / Read More

Selasa, 05 Oktober 2010 / Label: , ,

Mengapa kita perlu mengenal diri



"Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”

Terkadang tanpa disadari kebanyakan manusia hari ini tidak mengenal dirinya sendiri dan tidak pula mengerti arah dan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Ada cerita menarik tentang Charly Chaplin, seorang aktor kelahiran Inggris seperti yang ditulis dalam buku Motivate Your Self , dimana suatu ketika Charly Chaplin diam-diam mengikuti kontes mirip Charly Chaplin ( kalau di Indonesia semisal acara ASAL yang pernah di bawakan Alm. Taufik Savalas ) yang anehnya Charly Chaplin yang asli justru mendapatkan predikat ke 3.
Ini menandakan sering kali kita tidak begitu baik mengenal diri kita sendiri, malahan orang lain terkadang yang lebih mengenal diri kita ketimbang diri kita sendiri. Sunggu ironis, Aneh tetapi nyata. Mungkin dikarenakan terlalu tebal dan banyaknya topeng yang kita kenakan untuk sekedar “diterima” dalam masyarakat, membuat kita rela kehilangan sebuah jati diri.
Seperti yang ditulis Koentjoro,Ph.D dalam buku “Tutur dari Sarang Pelacur” ,” ketika seseorang disebut-sebut memiliki kepribadian, itu berarti orang tersebut memiliki kemampuan dalam menopengi atau menyembunyikan dirinya yang asli agar, disatu sisi pas dengan konteks tempat ,waktu ,situasi dan kondisi dimana dia berada, dan disisi lain, segala sesuatu yang diniatkannya tercapai.”
Topeng-topeng inilah yang kerap kali sengaja digunakan oleh seseorang ( dan juga oleh kita ) untuk mengelabui orang lain. Walau tanpa sadar sebenarnya juga mengelabui diri sendiri. Untuk sekedar dianggap gaul dan diterima maka seorang remaja rela melakukan apa saja walaupun ia harus menjual kehormatannya. Bahkan para wanita rela mengabiskan jutaan rupiah agar terlihat 5 atau 10 tahun lebih muda, walaupun untuk itu mereka harus rela kehilangan jati diri dengan bergaya dan mengatakan kepada orang lain bahwa usianya 5-10 lebih muda dari yang tertulis di KTP.
Gwyneth Platrow dalam buku “Seleb Bicara Soal Kamu” karya Carol Westan mengatakan , “kecantikan menurutku adalah merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri” karena begitu kita merasa nyaman dengan diri kita maka orang lainpun akan merasakan hal yang sama terhadap kita. Mulailah menyukai bayangan kita di cermin, walaupun untuk itu kita memerlukan waktu yang lama. Karena Tuhan tidak akan pernah salah dalam menciptakan bentuk kita.
Tidak ada orang yang memiliki wajah atau tubuh sempurna. Kalaupun ada bekas luka diwajah atau celah di gigi, atau bentuk jari kaki yang aneh, atau alis yang berantakan , itu semua adalah hal-hal yang membentuk diri kita bukan malah menjadikan penghalang dan semakin menambah banyak deretan topeng yang kita gunakan untuk hanya sekedar diterima orang lain. Bisa jadi orang yang mencintai kita mungkin malah terpikat oleh celah gigi atau alis itu.
Mulailah berdamai dengan kekurangan diri, sehingga kita tersadar akan kekurangan tersebut dan memperbaikinya ketimbang menafikan kekurangan tersebut dan berusaha menjad pribadi yang lain.

komentar (0) / Read More

/ Label:

Jakarta


Bundaran HI

Jl. Sudirman

komentar (0) / Read More

/ Label: ,

Kantor Gubernur kolonial Belanda / Taman Fatahillah





Kantor Gubernur kolonial Belanda yang dibuka sebagai museum dimana bangunan tua yang digunakan sebagai gubernur kolonial ditetapkan untuk mereproduksi berbagai rupa perlengkapan pada saat itu.

Jalan Taman Fatahillah 1 Jakarta Barat 11110 Indonesia

komentar (0) / Read More